JERMAN

Senin, 17/11/2014, 15:31
Fauzi Bowo Buka Forum Diaspora Indonesia 2

JERMAN fauzi bowo dubes
 

fauzi-bowo-buka-forum-diaspora-indonesia-2 biro-jerman
BERITA TERKAIT
 
Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional pada, Sabtu (15/11/2014) telah menyelenggarakan Forum Diaspora Indonesia 2 di Berlin.

Acara ini didukung oleh BNI London, KBRI Berlin serta bekerjasama dengan Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia-Jerman, Indonesia Diaspora Network dan Indonesisches Kultur und Weisheitszentrum.

Hadir dalam acara tersebut tak kurang dari 200 diaspora Indonesia di Jerman dan dari negara-negara Eropa (Belanda dan Swedia).

Dalam acara Forum Diaspora Indonesia yang kedua ini diselenggarakan forum diskusi, basar, pameran buku dan workshop diaspora menulis.

Hadir dalam acara tersebut sebagai nara sumber kehormatan adalah Dr. Dino Patti Djalal (Former Deputy Minister of Foreign Affairs), Dr. Dessy Irawati, ketua umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional, dan Nungki Indraty, General Manager BNI London.

Selain itu hadir sebagai narasumber diaspora dari Duisburg-Essen, Braunschweig, Stuttgart, München, Amsterdam dan Berlin. Melalui percakapan telefon, Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Anies Baswedan, menyampaikan sambutannya dan berdialog dengan peserta.

Tema utama yang diangkat tahun ini adalah peran Diaspora Indonesia dalam mensukseskan pendidikan nasional.

Duta Besar Indonesia untuk Jerman, Dr. Ing. Fauzi Bowo, mengatakan bahwa Diaspora Indonesia merupakan aset bangsa yang besar, baik dari segi intelektual dan ekonomi.

Sementara itu, Dino Patti Djalal mengatakan pentingnya network antar Diaspora dan perlu adanya perhatian pemerintah yang lebih besar kepada Diaspora Indonesia. Ia juga menekankan Diaspora untuk tidak berpolitik di Indonesia.

Dr. Dessy Irawati mengatakan perlunya sinergi antar organisasi masyarakat keilmuwanan untuk bersama sama mensukseskan proyek pembangunan di Indonesia.

Narasumber Diaspora Indonesia di Jerman yang memaparkan diskusi bertema pendidikan adalah Astha Ekadiyanto, Dr. Ing. Hutomo Suryo Wasisto, Dipl. Ing. Jenny Santoso dan Riana Amretasari dari Airbus Helicopters Donauwörth.  Diskusi panel dipandu oleh Dr. Supriyanto.

Pada sesi diskusi kedua, perwakilan dari Indonesia Diaspora Network Task Force Culinary, Renu Lubis, menekankan perlunya strategi pemasaran yang lebih baik untuk makanan khas Indonesia.

Diaspora Indonesia dari Braunschweig memberikan informasi tentang kerjasama penanganan sampah di Sumatera Barat.

Sementara itu Stefanie Larrasati dari diaspora Indonesia di Berlin memaparkan proyek pembuatan museum mengenang peristiwa Mei 1998. Dalam sesi paralel, diselenggarakan workshop diaspora menulis dalam rangka mensukseskan Pameran buku Frankfurt tahun 2015, di mana Indonesia merupakan mitra pameran tersebut.

Workshop diikuti oleh sekitar 15 peserta dan dibimbing oleh D Dr. Dessy Irawati dan Prof. Agus Rubiyanto, atase pendidikan dan Kebudayaan di Berlin.

Acara Forum Diaspora Indonesia kali ini juga dimeriahkan oleh pertunjukan kesenian, pemutaran film pendek karya Diaspora Indonesia dan doorprize tiket Jerman - Indonesia dan Berlin - Barcelona.(krs)

Berita Terbaru

Vettel Juara GP Australia
"Hari ini sangat indah. Terima kasih semuanya,"

Polres Jakbar Telusuri Kasus Narkoba Ridho Rhoma
Saat digeledah di mobilnya kami temukan satu paket shabu seberat 0,76 gram

Susanto, Pemilik 30 Kilogram Shabu Dituntut Mati
Pekerjaan terdakwa, termasuk jaringan Internasional (antar Negara) dan bertentangan dengan program pemerintah Indonesia

Jamu Valencia, Peluang Barca Raih Poin Penuh
Kemenangan jadi kewajiban untuk kami, guna menjaga potensi untuk menelikung Madrid di klasemen

Menerima Shabu 500 Gram, Juwita Divonis Penjara 12 Tahun
"Terima kasih Bapak Hakim. Saya menerima putusan 12 tahun penjara ini,"